Sebuah Jurnal Meraih Tujuan Akhir Pendidikan Islam

 

Assalamualaikum Wr. Wb

            Nama saya Muhammad Aqil, saya lahir di Lamongan tanggal 13 juli 2002. Saya hidup di keluarga yang sederhana dan kecukupan, buah dari bapak Habib Musthofa dan ibu In’amah. Saya tinggal di desa Payaman kecamatan Solokuro kabupaten Lamongan. Bapak saya seorang wiraswasta dan ibu saya adalah seorang penjual makanan di kantin sekolah. Saya anak ketiga dari empat bersaudara. saya hidup di keluarga yang mana agama islamnya sangat kental sehingga sejak kecil saya hidup di lingkungan yang agamis, untuk itu saya selalu dituntut untuk  terus mendalami ilmu agama, bukan pada prestasi akademis yang di titik beratkan pada saya akan tetapi pengaplikasian tentang ilmu keagamaan itu sendiri terhadap praktek kehidupan sehari hari.

            Oleh sebab itu tepat ketika saya telah lulus pada bangku madrasah ibtidaiyah saya melanjutkan belajar untuk lebih mengenal dan mendalami ilmu agama, tepatnya di Pondok Pesantren Bahrul ‘ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, dan disaat itu tepatnya di tahun 2014 saya juga sekolah di Madrsah Muallimin Muallimat Bahrul ‘Ulum, di Jombang saya menempuh pendidikan selama tujuh tahun dan pada akhirnya lulus dengan hasil memuaskan pada tahun 2021.

            Di Madrasah Muallimin Muallimat sendiri atau yang biasa disebut dengan MMA saya diajarkan banyak ilmu agama karna pada padasarnya MMA adalah sekolah yang mana terfokus pada pelajaran agama tanpa mengenyampingkan pelajaran umum, yakni 75% Pelajaran agama dan 25% Pelajaran umum, Diantara pelajaran agama yang dipelajari di MMA adalah Nahwu, Shorof, Balaghoh, Fiqh, Ushul Fiqh, Qowaid Fiqh, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Faroidh, Ilmu Falak dan masih banyak lagi.

            Maka dari itu saya mempunyai mimpi besar serta tekad yang kuat untuk bisa melanjutkan belajar dan mendalami ilmu agama terutama pada bidang hadits lebih tepatnya di Pesantren Darus Sunnah, serta adanya dorongan dari diri sendiri setelah sekian lama menempuh pendidikan di Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang kesehariannya tidak bisa lepas dari yang namanya kitab kuning dan oleh karna keterbiassan itu maka diperlukannya keistiqomahan dan ketekunan lagi sehingga perlu adanya pendalaman yang lebih matang untuk kedepannya serta untuk merealisasikan tujuan akhir dari pendidikan islam yakni terbentuknya kepribadian Muslim paripurna.

Saya sekarang bertempat tinggal di Pesantren Darus Sunnah yang di asuh oleh KH. Zia Ul Haramain, beliau adalah putra dari pendiri Pesantren Darsu Sunnah KH. Ali Mustafa Yaqub. Keseharian saya disini tentu tidak lepas dari apa yang namanya ngaji kitab kuning, akan tetapi bidang yang saya tekuni disini adalah terkait Hadis-hadis Rasulullah, tentunya yang dikaji adalah meliputi sanad hadis, matan hadis, kualitas dan kuantitas hadis, lemah dan kuatnya hadis, keotentikan hadis serta mempelajari tentang rijalul hadis dari awal sanad hingga akhir sanad serta hal-hal yang berkaitan dengan hadis. Akan tetapi lebih dari itu, saya tidak hanya mempelajari hadis dan ilmu hadis, disini saya juga diajarkan ushuluddin, fiqh, Al-quran, Akhlak, qoidah fiqh dan ilmu-ilmu agama yang lain. Di Darus Sunnah snediri terdapat tiga trilogi yang menjadi dasar pegangan dalam kegiatan sehari-hari, diantaranya adalah Dirosah (belajar dan mengaji), Munadhomah (organisasi) dan Istijmam (refreshing).

 

            Selain mondok di Pesantren Darus Sunnah yang beralamtakn di ciputat timur saya juga melanjutkan ke jenjang berikutnya yakni kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mana kampus dan pondok yang sekarang saya tinggali tidak jauh lokasinya. Saya mengambil jurusan Pengembangan masyarakat islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Saya memutuskan mengambil jurusan ini untuk bertujuan mempersiapkan diri sebelum terjun ke masyarakat nantinya yang mampu berkiprah dalam bidang pengembangab masyarakat islam serta bisa focus di ilmu-ilmu mmasyarakat islam dan pengembangannya. Di jurusan ini saya mempelajari banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan meliputi Sosiologi, Pengelolaan Kesejahteraan, Ekonomi, Sejarah Sosial Masyarakat, Studi Pembangunan, Budaya, Politik Islam, Geogfrafi Islam, Sistem Ekonomi Islam, Manajemen Bank Islam, Paradigma dan Teori Ilmu Sosial, Kewirausahaan, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Pembangunan, Sosiologi Perkotaan, Peta Ekonomi umat Islam, Ekologi/Ilmu Lingkungan, Teknik Pengembangan Komputer dan ilmu-ilmu yang lain.

            Berkaca pada visi dan misi dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam itu sendiri yang mempunyai visi “Menghasilkan pengembang masyarakat islam professional kelas dunia yang kreatif, inovatif, dan unggul di tahun 2036”. Serta mempunyai misi yang meliputi :

  1. Mendidik tenaga sarjana profesional dalam bidang dakwah dan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang Pengembangan Masyarakat
  2. Mendidik calon sarjana Pengembang Masyarakat yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional Pengembang Masyarakat dan mampu melaksanakan fungsi sosialnya, baik di lembaga-lembaga pemerintah, swasta, maupun masyarakat, serta lembaga-lembaga internasional.
  3. Mendidik calon sarjana Pengembang Masyarakat yang mampu mengembangkan ilmu dan melakukan penelitian, baik bersifat murni maupun terapan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan masyarakat
  4. Melakukan pengabdian  di bidang pengembangan masyarakat. 
  5. Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dalam dan luar negeri untuk pengembangan masyarakat.

 

Selain itu jurusan Pengembangan Masyarakat Islam juga mempunyai capaian pembelajaran lulusan yang diharapkan yakni menguasai pengetahuan tentang pengembangan/pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman, terampil dan profesioanl serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

            Setelah menjelaskan secara singkat dan padat terkait pendidikan dan bidang akademis yang sudah saya lalui dan yang sedang saya jalani selanjutnya saya akan mendeskripsikan tentang kepribadia saya.Saya sangat gemar berolahraga, terutama pada olahraga Futsal, Tenis Meja, Voli, Berenang dan Berlari. Akan tetapi dari banyaknya olahraga yang saya sukai, saya lebih cenderung ke Tenis Meja, saya pernah meraih juara 2 cabang lomba tenis meja pada tingkat kabupaten se-kabupaten Lamongan serta juara 3 grup pada aksioma tahun 2019 se-kabupaten Jombang. Saya juga gemar Membaca dan Jalan jalan, lebih lebih mengunjungi tempat tempat menarik yang didalamnya sangat mengedukasi terhadap.

            Harapan saya kedepannya adalah dapat merealisasikan semua apa yang saya mimpikan dan harapkan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi umat manusia, bangsa dan negara, terkhhusus pada diri saya sendiri. Meskipun saya yakin bahwa semua apa yang telah saya mimpikan akan jauh dari ekspektasi, entah itu diatas rata-rata atau dibawah rata-rata akan tetapi saya sangat yakin bahwa itu adalah yang terbaik buat saya. Dan yang terpenting bagi saya saat ini adalah berusah semaksimal mungkin baik secara dhahir dab batin. Kesempatan dimasa depan hanya datang satu kali pada hari ini, oleh karena itu saya akan berusaha dan menggunakan waktu saya sebaik mungkin. Waktu ibarat pedang, jika tidak saya gunakan sebaik-baiknya waktu tersebut yang akan membunuh saya. Dibalik kesuksesan seseorang itu terdapat usaha yang maksimal dan bukan diraih dengan cara santai dan rebahan. Air laut yang tenang tidak akan menghasilkan pemuda yang handal, begitu juga dengan suasana yang santai tidak akan menghasilkan pemikir sejati. Mengingat hal itu, tujuan utama dari hidup ini adalah hanya untuk beribadah kepadanya, tidak lebih dari itu, kita adalah manusia, mengerti manusia lain dan bisa memanusiakan manusia.

            Akan tetapi rangkaian perjalanan saya yang tertulis sangat singkat tersebut dan tidak mungkin juga akan saya tuliskan secara gamblang disini, itu semua tidak lepas dari fadholnya Allah SWT. Apapun yang saya tempuh dan saya capai itu semua adalah anugrah dari Allah SWT. Sehingga saya tidak patut untuk sombong dan besar kepala toh semua ini hanya titipan belaka karna sempurna adalah milik sang maha kuasa. Disamping kelebihan yang saya miliki saya masih penuh dengan kesalahan dan kekurangan yang terus menerus perlu saya benahi dan perbaiki seiring berjalannya waktu. Untuk itu saya perlu bimbingan kepada para guru, orang tua, teman teman, saudara se-iman dan saudara se-kemanusiaan agar terus untuk mengingatkan saya. Dan sudah menjadi suatu keharusan seorang Muslim bersikap Islami sesuai yang digariskan Allah dan yang diturunkan oleh Rasul-nya, Nabi Muhammad SAW. Karna tujuan akhir dari hidup ini adalah bagaimana bisa meraih ridho Allah SWT. Oleh sebab itu saya tanamkan prinsip hidup dalam diri saya yakni bagaimana saya bisa berusaha, bukan bagimana saya harus sampai.

            Wassalamualikum Wr. Wb.

Komentar